点评:Hal yang paling menarik dari Kampung Jodipan ialah tentang bagaimana kampung yang berada di bantaran Sungai Brantas ini bisa menjadi salah satu ikon wisata Kota Malang. Selama berjalan-jalan di dalam, aktivitas warga juga tetap berjalan seperti biasa, sehingga suasananya tidak terlalu terasa seperti tempat wisata yang terlalu dibuat-buat untuk turis. Malah rasanya seperti sedang berkunjung ke kampung warga yang kebetulan sangat fotogenik. Entah mengapa, tapi saya rasa kampung ini mirip sekali dengan Rio de Janeiro di Brazil.
Selain itu, terdapat banyak sekali jajanan di gang-gang kampung. Harganya juga masih sangat terjangkau, kurang lebih di range Rp5.000–Rp25.000, tergantung apa yang dibeli. Salah satu spot yang menurut saya wajib didatangi adalah jembatan kaca yang menghubungkan Jodipan dengan Kampung Tridi. Dari atas jembatan, kita bisa melihat Sungai Brantas sekaligus warna-warni kampung dari sudut yang berbeda. Lumayan untuk istirahat sambil foto-foto sebelum lanjut jalan.
Begitupun dengan sikap hangat warga yang tinggal di dalam Kampung. Sempat saya kebingungan untuk mencari jalan menuju arah jembatan kaca. Tidak lama, terdapat warga yang menghampiri saya. Beliau bahkan bersedia untuk mengarahkan saya menuju jembatan kaca. Tidak hanya itu, beliau turut memberikan rekomendasi tempat lain yang cocok untuk dikunjungi setelah saya mampir ke jembatan kaca. Terima kasih banyak, Ibu Ika! :D
Bila dapat saya simpulkan, Jodipan ini cocok untuk yang ingin mencari wisata singkat dengan suasana yang berbeda. Saya sendiri awalnya datang dengan ekspektasi hanya akan melihat rumah warna-warni dan mengambil foto, ternyata justru tertarik dengan kehidupan kampungnya. Apalagi setelah tahu bahwa tempat ini awalnya bukan kawasan wisata, tetapi berkembang menjadi kampung wisata. Jadi, kalau sedang berada di Malang, menurut saya Jodipan cukup layak dimasukkan ke list visit. Namun, saya sarankan untuk datang pada pagi/sore hari. Bila datang pada siang hari terik, bisa menjadi sangat melelahkan karena selain udara yang panas, banyak sekali tangga di kampung ini.
翻译:乔迪潘村最吸引人的地方,就在于这个坐落于布兰塔斯河畔的村庄是如何成为玛琅市的旅游地标之一的。在村内漫步时,当地居民依然如常生活,因此这里给人的感觉并不像一个专为游客打造的人造旅游地。反倒像是走进了某个恰好极其上镜的普通村庄。不知为何。不过我觉得这个村庄和巴西的里约热内卢非常相似。
此外,村里的巷弄中有很多小吃摊。价格也依然十分亲民,大概在5,000至25,000印尼盾之间,具体视所买的东西而定。在我看来,绝对值得一去的地方之一就是连接乔迪潘村和特里迪村的玻璃桥。站在桥上,既可以俯瞰布兰塔斯河,又能从别的角度欣赏到色彩斑斓的村庄。这里很适合休息一下,拍拍照,然后再继续前行。
村里的居民也特别热情。我曾为寻找去玻璃桥的路而犯愁。没过多久,就有村民朝我走来。他甚至主动给我指引去玻璃桥的方向。不仅如此,在我参观完玻璃桥后,他还向我推荐了其他值得一游的景点。真的非常感谢您,伊卡女士!总的来说,Jodipan适合那些想体验一下不同氛围的短途游的游客。一开始我也就想着看看那些色彩斑斓的房子、拍些照片而已,结果却被这里的乡村生活深深吸引了。后来我还了解到,这里原本并不是旅游区,而是后来才发展成旅游村的。所以,如果你正在玛琅游玩,我觉得Jodipan绝对值得列入行程清单。不过……我建议在早晨或傍晚前来。如果在酷热的白天来,可能会非常劳累,因为除了天气炎热外,村子里还有很多楼梯。